Yuk, Jelajahi Wisata Sejarah di Jogja yang Menakjubkan!


wisata sejarah di jogja

Wisata sejarah di Jogja merupakan kegiatan mengunjungi tempat-tempat bersejarah untuk mempelajari masa lalu dan menghargai peninggalan budaya. Misalnya, Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia.

Wisata sejarah memiliki banyak manfaat, seperti menambah pengetahuan tentang sejarah, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan mempromosikan pariwisata. Salah satu perkembangan sejarah penting di Jogja adalah berdirinya Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1755.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai wisata sejarah di Jogja, mulai dari candi hingga museum. Artikel ini akan memberikan informasi tentang sejarah tempat-tempat tersebut, pentingnya, dan tips berkunjung.

Wisata Sejarah di Yogyakarta

Wisata sejarah memainkan peran penting dalam melestarikan warisan budaya, mempromosikan pariwisata, dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai sejarah.

  • Candi: Borobudur, Prambanan, Sewu
  • Istana: Kraton Yogyakarta, Taman Sari
  • Museum: Museum Benteng Vredeburg, Museum Affandi
  • Makam: Makam Raja-raja Imogiri
  • Benteng: Benteng Vredeburg, Benteng Rustenburg
  • Masjid: Masjid Gedhe Kauman
  • Rumah Adat: Kampung Code
  • Situs Arkeologi: Situs Ratu Boko
  • Gua: Gua Jomblang

Wisata sejarah di Yogyakarta menawarkan wawasan mendalam tentang masa lalu yang kaya dan budaya yang beragam. Dari kemegahan candi hingga arsitektur istana yang indah, dari koleksi museum yang tak ternilai hingga situs arkeologi yang mempesona, Yogyakarta adalah surga bagi para pecinta sejarah.

Candi

Candi-candi merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, yang menyuguhkan keindahan arsitektur dan nilai sejarah yang tinggi. Ketiga candi ini menjadi ikon wisata Jogja dan menarik banyak wisatawan setiap tahunnya.

  • Arsitektur

    Candi-candi ini memiliki arsitektur yang unik dan mengagumkan. Borobudur, misalnya, memiliki struktur stupa yang megah, sementara Prambanan memiliki ratusan candi kecil yang mengelilingi candi utama.

  • Relief dan Patung

    Candi-candi ini juga dihiasi dengan relief dan patung yang indah, yang menceritakan kisah-kisah dari ajaran Buddha dan Hindu. Relief-relief ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa lalu.

  • Nilai Sejarah

    Candi-candi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai bukti kejayaan kerajaan-kerajaan di masa lalu. Borobudur dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, sementara Prambanan dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya.

  • Nilai Religius

    Candi-candi ini juga memiliki nilai religius yang penting. Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia, dan menjadi tempat ibadah umat Buddha hingga saat ini. Prambanan merupakan candi Hindu, dan masih digunakan untuk upacara keagamaan.

Candi-candi di Jogja memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan nilai religius. Dengan mengunjungi candi-candi ini, wisatawan dapat belajar tentang budaya dan sejarah Jogja, sekaligus menikmati keindahan arsitekturnya.

Istana

Kraton Yogyakarta dan Taman Sari merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Kedua tempat ini menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Yogyakarta pada masa lalu.

  • Arsitektur

    Kraton Yogyakarta dan Taman Sari memiliki arsitektur yang unik dan mengagumkan. Kraton Yogyakarta memiliki bangunan yang megah, dengan ukiran dan ornamen khas Jawa. Taman Sari memiliki taman yang indah, dengan kolam, air mancur, dan paviliun.

  • Sejarah

    Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I, sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta. Taman Sari dibangun pada tahun 1765 sebagai tempat peristirahatan dan hiburan bagi sultan dan keluarganya.

  • Nilai Budaya

    Kraton Yogyakarta dan Taman Sari merupakan pusat kebudayaan Jawa. Di Kraton Yogyakarta, masih dilestarikan berbagai tradisi dan upacara adat Jawa. Taman Sari juga menjadi tempat pertunjukan seni dan budaya.

  • Wisata Sejarah

    Kraton Yogyakarta dan Taman Sari menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di Jogja. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Kesultanan Yogyakarta, arsitektur Jawa, dan kebudayaan Jawa.

Kraton Yogyakarta dan Taman Sari memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan nilai budaya. Dengan mengunjungi kedua tempat ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah dan kebudayaan Jogja, sekaligus menikmati keindahan arsitekturnya.

Museum

Museum Benteng Vredeburg dan Museum Affandi merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Kedua museum ini menjadi tempat penyimpanan dan pelestarian benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan seni lukis di Indonesia.

Museum Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1765 sebagai benteng pertahanan oleh Belanda. Benteng ini kemudian menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi senjata, peralatan perang, dan diorama yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Museum Affandi didirikan pada tahun 1978 sebagai tempat penyimpanan dan pameran karya-karya Affandi, salah satu pelukis terkenal Indonesia. Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi lukisan Affandi, mulai dari lukisan pemandangan hingga lukisan potret. Museum Affandi juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya, seperti pameran lukisan, workshop seni, dan pertunjukan musik.

Museum Benteng Vredeburg dan Museum Affandi memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan nilai sejarah, nilai budaya, dan nilai seni. Dengan mengunjungi kedua museum ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, perkembangan seni lukis di Indonesia, dan menikmati keindahan karya-karya Affandi.

Makam

Makam Raja-raja Imogiri merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Makam ini menjadi tempat peristirahatan terakhir para raja dan keluarganya dari Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta.

  • Arsitektur

    Makam Raja-raja Imogiri memiliki arsitektur yang unik dan megah. Makam ini terdiri dari beberapa bangunan, seperti masjid, pendopo, dan makam. Bangunan-bangunan tersebut dihiasi dengan ukiran dan ornamen khas Jawa.

  • Sejarah

    Makam Raja-raja Imogiri dibangun pada tahun 1752 oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi ayahnya, Pangeran Mangkubumi. Sejak saat itu, makam ini menjadi tempat pemakaman para raja dan keluarganya dari Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta.

  • Nilai Budaya

    Makam Raja-raja Imogiri memiliki nilai budaya yang tinggi. Makam ini menjadi simbol kebesaran dan kejayaan Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Makam ini juga menjadi tempat ziarah bagi masyarakat Jawa.

  • Wisata Sejarah

    Makam Raja-raja Imogiri menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di Jogja. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta, arsitektur Jawa, dan kebudayaan Jawa.

Makam Raja-raja Imogiri memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan nilai budaya. Dengan mengunjungi makam ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah, budaya, dan arsitektur Jawa.

Benteng

Benteng Vredeburg dan Benteng Rustenburg merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Kedua benteng ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.

Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1765 oleh Belanda sebagai benteng pertahanan. Benteng ini kemudian menjadi pusat pemerintahan Belanda di Jogja. Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Benteng Vredeburg menjadi pusat perlawanan rakyat Jogja terhadap Belanda. Saat ini, Benteng Vredeburg menjadi museum yang menyimpan berbagai koleksi senjata, peralatan perang, dan diorama yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Benteng Rustenburg dibangun pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai benteng pertahanan Kesultanan Yogyakarta. Benteng ini terletak di sebelah barat Kraton Yogyakarta. Pada masa perang kemerdekaan Indonesia, Benteng Rustenburg menjadi tempat pertempuran sengit antara rakyat Jogja melawan Belanda. Saat ini, Benteng Rustenburg menjadi markas Kodam IV/Diponegoro.

Kedua benteng ini merupakan bukti nyata perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Dengan mengunjungi kedua benteng ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan merasakan semangat juang para pahlawan Indonesia.

Masjid

Masjid Gedhe Kauman merupakan salah satu masjid tertua dan terpenting di Jogja, memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Masjid ini menjadi bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena menjadi saksi bisu perkembangan Islam di tanah Jawa.

  • Arsitektur

    Masjid Gedhe Kauman memiliki arsitektur yang unik dan megah, perpaduan antara gaya Jawa dan Islam. Masjid ini memiliki serambi yang luas, atap tumpang, dan menara yang tinggi.

  • Sejarah

    Masjid Gedhe Kauman dibangun pada tahun 1773 oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai masjid kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Jogja.

  • Nilai Budaya

    Masjid Gedhe Kauman memiliki nilai budaya yang tinggi, karena menjadi simbol kejayaan Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini juga menjadi pusat pengembangan seni dan budaya Islam di Jogja.

  • Wisata Sejarah

    Masjid Gedhe Kauman menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di Jogja. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Islam di tanah Jawa, arsitektur masjid, dan kebudayaan Jawa.

Masjid Gedhe Kauman memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan nilai budaya. Dengan mengunjungi masjid ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah Islam, budaya Jawa, dan arsitektur masjid.

Rumah Adat

Rumah adat merupakan bagian penting dari wisata sejarah di Jogja, karena menjadi saksi bisu perkembangan budaya dan arsitektur tradisional Jawa. Kampung Code merupakan salah satu kampung adat yang masih terjaga keasliannya di Jogja, sehingga menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik.

  • Arsitektur Tradisional

    Rumah-rumah di Kampung Code masih mempertahankan arsitektur tradisional Jawa, dengan bentuk joglo dan atap dari daun kelapa atau alang-alang. Keunikan arsitektur ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin belajar tentang arsitektur tradisional Jawa.

  • Budaya Gotong Royong

    Masyarakat Kampung Code masih menjunjung tinggi budaya gotong royong, yang terlihat dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Budaya gotong royong ini menjadi contoh nyata nilai-nilai luhur budaya Jawa yang masih terjaga hingga saat ini.

  • Kerajinan Tradisional

    Masyarakat Kampung Code juga dikenal dengan keterampilannya dalam membuat kerajinan tradisional, seperti gerabah, batik, dan anyaman bambu. Kerajinan-kerajinan ini menjadi oleh-oleh khas Kampung Code yang banyak dicari wisatawan.

  • Wisata Kuliner

    Kampung Code juga menawarkan wisata kuliner yang menarik. Pengunjung dapat menikmati berbagai makanan tradisional Jawa, seperti gudeg, bakpia pathok, dan wedang uwuh. Kuliner-kuliner ini menjadi pelengkap pengalaman wisata sejarah di Kampung Code.

Dengan mengunjungi Kampung Code, wisatawan dapat belajar tentang arsitektur tradisional Jawa, budaya gotong royong, kerajinan tradisional, dan kuliner khas Jogja. Kampung Code menjadi destinasi wisata sejarah yang lengkap, memadukan aspek budaya, sejarah, dan kuliner.

Situs Arkeologi

Situs Ratu Boko merupakan salah satu situs arkeologi penting di Jogja, yang menjadi bagian dari wisata sejarah di Jogja. Situs ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi wisatawan.

Situs Ratu Boko merupakan kompleks istana yang dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra. Istana ini memiliki arsitektur yang unik, perpaduan antara gaya Hindu dan Buddha. Di situs ini terdapat berbagai bangunan, seperti candi, gapura, dan kolam pemandian.

Situs Ratu Boko menjadi bukti kejayaan Wangsa Syailendra di masa lalu. Situs ini juga menjadi tempat berlangsungnya berbagai upacara keagamaan dan ritual kerajaan. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Wangsa Syailendra, arsitektur istana, dan kebudayaan Jawa pada masa lampau.

Selain nilai sejarah dan budaya, Situs Ratu Boko juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Situs ini terletak di atas bukit, dengan pemandangan yang indah. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil belajar tentang sejarah dan budaya Jawa.

Gua

Gua Jomblang merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Jogja yang menarik dan unik. Gua ini menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda dari tempat-tempat lainnya.

  • Keindahan Alam

    Gua Jomblang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan stalaktit dan stalagmit yang indah, serta sungai bawah tanah yang jernih. Keindahan alam ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Gua Jomblang.

  • Nilai Sejarah

    Gua Jomblang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Gua ini diperkirakan terbentuk sekitar 50 juta tahun yang lalu. Di dalam gua terdapat fosil-fosil hewan purba, seperti gajah dan harimau. Fosil-fosil ini menjadi bukti bahwa Gua Jomblang pernah menjadi habitat berbagai hewan pada masa lalu.

  • Nilai Budaya

    Gua Jomblang juga memiliki nilai budaya yang penting. Masyarakat sekitar percaya bahwa gua ini memiliki kekuatan magis. Gua ini sering digunakan sebagai tempat ritual dan upacara adat. Kepercayaan masyarakat sekitar terhadap kekuatan magis Gua Jomblang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.

  • Tantangan dan Petualangan

    Bagi wisatawan yang menyukai tantangan dan petualangan, Gua Jomblang menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Pengunjung dapat melakukan kegiatan susur gua, rappelling, dan body rafting. Kegiatan-kegiatan ini memberikan pengalaman wisata sejarah yang berbeda dan menantang.

Gua Jomblang memberikan pengalaman wisata sejarah yang lengkap, memadukan keindahan alam, nilai sejarah, nilai budaya, dan tantangan petualangan. Dengan mengunjungi Gua Jomblang, wisatawan dapat belajar tentang sejarah, budaya, dan keindahan alam Jogja.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Wisata Sejarah di Jogja

Bagian ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan tentang wisata sejarah di Jogja, meliputi informasi penting, tips, dan rekomendasi. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan wisata sejarah mereka ke Jogja.

Pertanyaan 1: Apa saja tempat wisata sejarah yang populer di Jogja?

Tempat wisata sejarah yang populer di Jogja antara lain Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Museum Benteng Vredeburg, dan Situs Ratu Boko.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara menuju ke tempat wisata sejarah di Jogja?

Wisatawan dapat menggunakan berbagai transportasi untuk menuju ke tempat wisata sejarah di Jogja, seperti bus, kereta api, atau pesawat. Tersedia juga layanan taksi atau ojek online untuk memudahkan perjalanan.

Pertanyaan 3: Apa saja tips untuk mengunjungi tempat wisata sejarah di Jogja?

Tips untuk mengunjungi tempat wisata sejarah di Jogja antara lain: datang pada pagi atau sore hari untuk menghindari keramaian, memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, membawa air minum dan tabir surya, serta mempelajari sedikit tentang sejarah tempat yang akan dikunjungi.

Pertanyaan 4: Apakah ada biaya masuk untuk mengunjungi tempat wisata sejarah di Jogja?

Ya, sebagian besar tempat wisata sejarah di Jogja memiliki biaya masuk. Biaya masuk bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis tempat wisata.

Pertanyaan 5: Apa saja oleh-oleh khas Jogja yang bisa dibeli?

Oleh-oleh khas Jogja yang bisa dibeli antara lain: batik, gerabah, wayang kulit, makanan bakpia, dan kopi.

Pertanyaan 6: Apa saja makanan khas Jogja yang bisa dicoba?

Makanan khas Jogja yang bisa dicoba antara lain: gudeg, sate klathak, bakmi Jawa, dan wedang uwuh.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan di atas memberikan informasi penting bagi wisatawan yang ingin menjelajahi wisata sejarah di Jogja. Dengan merencanakan perjalanan dengan baik dan mengikuti tips yang diberikan, wisatawan dapat memaksimalkan pengalaman wisata sejarah mereka di Jogja.

Selanjutnya, artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang Candi Borobudur, salah satu tempat wisata sejarah paling populer di Jogja. Candi Borobudur memiliki sejarah, arsitektur, dan nilai budaya yang sangat menarik untuk dibahas.

Tips Menjelajahi Wisata Sejarah di Jogja

Bagian tips ini akan memberikan panduan praktis untuk menjelajahi wisata sejarah di Jogja. Dengan mengikuti tips-tips berikut, wisatawan dapat memaksimalkan pengalaman wisata sejarah mereka dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan budaya Jogja.

Tip 1: Rencanakan Perjalanan dengan Baik

Sebelum memulai perjalanan wisata sejarah, luangkan waktu untuk merencanakan dengan baik. Tentukan tempat-tempat wisata yang ingin dikunjungi, cari informasi tentang sejarah dan nilai budayanya, dan buat jadwal perjalanan yang realistis.

Tip 2: Kenakan Pakaian dan Alas Kaki yang Nyaman

Banyak tempat wisata sejarah melibatkan perjalanan kaki dan berdiri dalam waktu lama. Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman agar tidak mengganggu kenyamanan selama menjelajah.

Tip 3: Bawa Air Minum dan Tabir Surya

Jogja memiliki cuaca yang cukup panas, terutama pada siang hari. Selalu bawa air minum yang cukup untuk menjaga hidrasi. Selain itu, gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.

Tip 4: Pelajari Sejarah Tempat yang Dikunjungi

Sebelum mengunjungi tempat wisata sejarah, luangkan waktu untuk mempelajari sedikit tentang sejarah dan nilai budayanya. Ini akan membantu wisatawan lebih menghargai dan memahami tempat yang mereka kunjungi.

Tip 5: Manfaatkan Pemandu Wisata

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan jasa pemandu wisata. Pemandu wisata dapat memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya tempat yang dikunjungi, membuat pengalaman wisata semakin berkesan.

Tip 6: Hormati Budaya dan Tradisi Setempat

Ketika mengunjungi tempat wisata sejarah yang bersifat religius atau budaya, hormati tradisi dan adat istiadat setempat. Berpakaianlah dengan sopan, berperilaku tertib, dan hindari tindakan yang tidak pantas.

Tip 7: Dukung Masyarakat Lokal

Wisata sejarah juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Dukung perekonomian lokal dengan membeli oleh-oleh dari toko-toko kecil, makan di warung makan tradisional, dan menggunakan jasa transportasi lokal.

Tip 8: Jaga Kebersihan dan Kelestarian

Tempat wisata sejarah adalah warisan budaya yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Selalu jaga kebersihan dan hindari tindakan yang dapat merusak lingkungan atau situs sejarah.

Dengan mengikuti tips-tips ini, wisatawan dapat memaksimalkan pengalaman wisata sejarah mereka di Jogja. Wisata sejarah tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang masa lalu, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap budaya Indonesia.

Selanjutnya, bagian terakhir dari artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang Candi Borobudur, salah satu tempat wisata sejarah paling populer di Jogja. Candi Borobudur memiliki sejarah, arsitektur, dan nilai budaya yang sangat menarik untuk dibahas.

Kesimpulan

Wisata sejarah di Jogja menawarkan pengalaman yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Candi-candi megah, istana bersejarah, museum yang informatif, dan situs arkeologi yang mengesankan memberikan wawasan mendalam tentang masa lalu dan budaya Jogja.

Beberapa poin utama yang diuraikan dalam artikel ini meliputi:

  1. Keragaman tempat wisata sejarah di Jogja, dari candi Buddha hingga benteng kolonial.
  2. Nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang tinggi dari tempat-tempat wisata tersebut, menjadikannya sumber pengetahuan dan inspirasi.
  3. Pentingnya melestarikan dan menghargai warisan budaya melalui wisata sejarah, untuk generasi sekarang dan mendatang.

Wisata sejarah di Jogja tidak hanya sekadar mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tetapi juga tentang menghormati masa lalu, menghargai budaya, dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Dengan menjelajahi wisata sejarah yang kaya di Jogja, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang identitas dan warisan Indonesia.